Jumat, 13 Januari 2012

Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan, Antarkan Yurika Sallyana Juarai Lomba Pidato Bahasa Jepang Universitas Tingkat Nasional




Selasa, 13 September 2011 00:57

(Jakarta-Indonesia) Pidato berjudul “’Takakura no Mahou no Baketsu’ de Kankyou ni Sekkyokuteki na Ningen ni Narimasu” (Dengan ‘Keranjang Ajaib Takakura’ Membuat Manusia Lebih Baik Kepada Lingkungan), yang berisi ajakan agar anak muda menjaga lingkungan, mengantarkan Yurika Sallyana dari Sekolah Tinggi Bahasa (STBA) LIA, menjadi pemenang dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang ke-9 Tingkat Nasional, di Universitas Darma Persada (Unsada), Jakarta Timur.


Dalam lomba pidato yang diselenggarakan Unsada, PERSADA, dan Universitas Takushoku, Yurika membagi pengalamannya menjaga lingkungan, dengan menerapkan konsep “Takakura no Mahou Baketsu” (Keranjang Ajaib Takakura), yang dapat mengubah sampah menjadi pupuk kompos, sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan dan mencegah terjadinya pemanasan global.


“Dimanapun saya menemukan sampah, dengan otomatis saya langsung membuangnya ke tempat sampah,” ujar Yurika, yang mengaku ingin menjadi guru Bahasa Jepang.


Selain Yurika, juri yang terdiri dari Atase Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Motomura Hiroaki, Dean, Intensive Japanese Language Program for Overseas Students Takushoku University Yamaguchi Takamasa, Chairman of Steering Committee Jakarta Japan Club (JJC) Kashima Hidehiko, dan Perwakilan PERSADA Susi Ong, dan Wakil Pemimpin Redaksi Jakarta Shimbun Ueno Taro, menetapkan Lavina Irlov dari Universitas Bina Nusantara sebagai juara 2, Dian Permana dari Unsada sebagai Juara 3, dan Andana Vinnie sebagai peraih kategori khusus.


Selain itu, di hari yang sama diselenggarakan juga lomba pidato bahasa Jepang bagi tingkat SMA, dan terpilih sebagai juara pertama Asti Arya Nuriastuti dari SMAN 2 Tangerang Selatan, dengan pidato berjudul “Aidoru kara Manabimasu” (Belajar dari Idola), juara 2 diraih Dian Ratna Mahita dari SMAN 68 Jakarta, dan Siraj Amali Heryan dari SMAN Tambun Selatan Bekasi, yang berhasil meraih juara 3.


Menurut juri, daya saing serta tema yang diangkat peserta setiap tahunnya mengalami perkembangan, sehingga sangat sulit untuk menentukan pemenangnya.


“Kami hampir tidak dapat memutuskan siapa yang jadi pemenangnya, karena semua memberikan penampilan yang maksimal,” ujar Yamaguchi, salah satu juri dari Universitas Takushoku. (AN/JS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar