
Teman2,, 1 kata ini.. Sangat berarti dalam hidup saya,, dan pastinya dalam hidup teman2 juga,,1 kata ini.. Begitu ajaib,, bisa membuat saya selalu bersyukur telah lahir dr rahim nya dan juga bs membuat airmata saya jatuh seketika ketika melihat "nya" bersedih,, 1 kata yg memiliki makna sangat dalam untk kehidupan siapapun,, 1 kata yang yang dpt mengingatkan kita kepada seorang wanita jelmaan malaikat dr Tuhan,, -MAMA-Mama..Bicara mengenai wanita ini.. Untk saya mama adalah segalanya,, melebihi apapun di luar Tuhan,, mama adalah semangat saya dlm apapun,,Dan mengenai sosok mama,, mama saya adalah wanita terhebat sedunia.. Beliau lah yang mengajarkan saya untk selalu bs tersenyum dalam duka,, dan bersyukur dalam suka..Apapun , bagaimanapun,, keadaan mama.. Mama tetap nomor 1 dalam hidup saya ( setelah Tuhan).. (>̯͡⌣ "seringlah kini ku kenang di masa yang berat. Dikala hdp mendesak dan nyaris kuu sesat, melintas gambar ibu kuu sewaktu bertelut kembali sayub ku dengar nama ku di sebut, di doa ibu ku namaku di sebut , di doa ibu ku dengar ada nama ku di sebut"" (˘̩̩̩.˘̩ƪ)Saya percaya kawan,, segala yang sudah berhasil saya capai hingga sekarang,, smua itu krn ada nama saya dalam doa mama.. :)***Baru saja kemarin,, saya memijit mama karna mama sakit.. Setiap mama merintih sakit,, hati saya pun sakit,, apabila dapat di gantikan,, saya siap menanggung sakitnya,, asalkan,, tubuh wanita yang telah mengandung saya ini bisa sehat lagi seperti semula.."Tuhan,, dengar doa kuu.." └(˘.˘└)Kadang saya teringat,, ketika berbicara dengan nada tinggi kepada mama.. Atau berkata "tidak" atas perintahnya,, rasa nyaaa,, saya menjadi anak yg paling berdosa.. Belum tenang kalau belum meminta maaf,,Karna memang mama tidak pantas untk disakiti..***Kini.. Smua yang saya lakukan,,Setiap langkah kaki saya,, setiap helaan napas saya.. Setiap doa saya ,, setiap harapan,, impian dan segalanya adalah untk اَللّهُ dan MAMA..Jika org2 beranggapan saya berlebihan memuji mama.. Tak apa..Krn bagi saya tidak ada batas untk menggambarkan mulianya seorang mama / ibu / bunda / mami / enyak / emak ..Memang tidak ada kata2 yg dapat mewakilkan betapa saya mencintai mama.. Tapi lewat tulisan ini.. Saya ingin mengambarkan,, bahwa mama saya , mama anda, mama kalian semua.. Adalah mama terhebat nomor 1 di dunia!!! :DTeman2,, berikanlah yang terbaik dr diri kita untk mama.. Bahagiakanlah beliau ,, bertekadlah untk membuat mama kita berkata "mama bangga memiliki anak seperti kamu!!" ..Jika ingin melakukan hal buruk / ingin putus asa dalam berjuang meraih impian,, bayangkan raut wajah mama.. Bayangkan senyuman tulus nya,, berharap anaknya menjadi "manusia"..Bagi saya,, senyum & bahagia mama adalah kepuasan batin yang tak dapat dibeli dengan harga sebesar apapun,,Mama..Terima kasih telah menjadikan saya seperti ini.. Biarlah kesuksesan saya kelak yang akan menjadi hadiah terindah dr saya untk mama.. Meskipun sgt tak sebanding dengan apa yang sudah mama berikan untk saya,, sejak saya masih berbentuk janin,, hingga umur saya 20 tahun,, tapi .. Smua yang saya lakukan adalah dr hati.. Hati seorang anak yang semata2 hanya ingin berbakti kepada mama..I love you mama..
… ketika berpamitan saya bertemu ibu Aminah, beliau adalah salah satu donatur juga untuk yayasan ini,, dan saya juga bertemu seorang mahasiswi yang mengajar bahasa inggris dan Al-Qur’an di yayasan itu.. sungguh .. Tuhan itu adil dan baik.. mengirim orang2 ini untuk membantu yayasan PASKI.. subhanallah..Akhirnya kami meninggalkan yayasan untuk menuju ke bandara.. selama di perjalanan banyak sekali yang terbersit di dalam pikiran saya.. senyuman anak2 itu, semangat mereka ikut terbawa dalam diri saya.. kebaikan hati kimura san dan kuwano san pun membuat saya makin kagum dengan Negri Sakura itu.. ketulusan mereka harus saya ikuti.. saya juga ingin hidup saya bermanfaat untuk orang lain,, begitulah cara saya untuk menikmati hidup kawan! Karena ada kepuasan batin yang tidak dapat dibeli dengan uang ketika kita dapat melihat orang lain tersenyum karena kita.. Terima kasih ya Allah hari ini saya tidak hanya mendapatkan pengalaman pertama saya sebagai guide saja, tapi saya bisa bertemu anak-anak titipan Mu.. di yayasan PASKI, yang membuat saya percaya bahwa segala sesuatu sudah Engkau atur sebaik mungkin agar indah pada waktunya.. dan saya belajar semangat yang tulus serta mendapatkan cara bagaimana saya bisa mempergunakan sisa hidup saya di dunia agar bermanfaat untuk orang2 di sekitar saya.. Saya bukanlah orang yang berlimpah harta, yang saya punya hanyalah sedikit ilmu . Jika Allah mengizinkan,, saya ingin sekali mengajarkan bahasa Jepang di yayasan itu, saya ingin menularkan semangat orang Jepang , saya ingin menceritakan bagaimana indahnya dunia di luar sana.. dan saya ingin anak2 itu punya kesempatan yang sama dengan anak2 lainnya dalam segala hal.. Tuhan.. saya ingin melihat senyum itu lagi =) SELESAI
… pak Siswandi adalah orang pilihan Tuhan yang ditunjuk untuk menjadi orang tua dari anak2 ini.. “sayalah orang tua mereka,” kata pak siswandi yang nada bicaranya bergetar menahan tangis.. saat itu saya pun menahan tangis.. “jangan nangis yurii!! Kuat! Kuat!”..Dan akhirnya saya pun melakukan tugas inti sebagai penerjemah hari itu. Saat itu kimura san lah yang angkat bicara.. beliau memberikan cinderamata berupa sebuah ukulele (alat musik) yang sudah di tandatangani langsung oleh penyanyi dari Jepang yang menyanyikan lagu soundtrack film kartu terkenal “NARUTO”.. dan beliau akan mengusahakan akan datang lagi bersama penyanyi tersebut ke Indonesia untuk bernyanyi besama dengan anak-anak yayasan ini!!! Ketika saya menyampaikan hal ini.. anak2 yayasan yang duduk rapih dan mendengarkan dengan hikmat langsung bersorak bahagia. Saya pun bahagia, sangat bahagia melihat senyuman mereka,, tulus kawan! Hati saya sempat sedih.. ingin menangis.. “bagaimana bisa mereka sekuat ini? Hidup tanpa orang tua dan dengan segala macam keterbatasan yang mereka alami, mereka masih bisa punya semangat semacam itu..”Apalagi setelah kami berkeliling melihat keadaan yayasan yang masih belum sempurna ini.. pak siswandi menceritakan bahwa anak2 tidak punya kamar! Mereka tidur di sebuah pendopo bersama-sama, sempit-sempitan, bahkan karena saking nggak muat beberapa harus mengalah tidur dikolong pendopo yang hanya beralas aspal.. Tuhaaaaannn!! Ingin menangis!! Bagaimana menyampaikan nya kepada kimura san dalam bahasa jepang? Untuk bicara saja saya nggak kuat.. namun saya harus bisa! Ini kan memang tanggung jawab saya untuk menyampaikan semua nya kedalam bahasa Jepang,, setelah saya sampaikan, kimura san memegang dadanya,, lalu saya Tanya, “apa kamu merasakan kesedihan ini kimura san?”,, dia menjawab, “iya, saya bisa rasakan.”..Setelah berkeliling yayasan dan menyampaikan keperluan pembangunan yayasan kepada kimura san dan kuwano san.. kami harus segera kembali ke bandara karna kimura san dan kuwano san harus kembali ke bali pada pukul 20.45 wib.. sebelum berakhir kimura san memberikan pesan kepada anak2 yayasan ini.. : “kalian tau kemarin Jepang dilanda bencana tsunami? Banyak anak2 yang kehilangan orang tua, teman2, rumah bahkan kehilangan nyawanya sendiri.. tapi mereka yang selamat sampai detik ini masih berusaha untuk berjuang memperbaiki smua yang dirusak tsunami. Anak-anak itu menjalani hari-harinya dengan semangat! Dan kalianpu harus seperti mereka !! menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat apapun keadaannya!!” dan anak2 Tuhan itu dengan semangat menjawab “PASTII!!!”..Pak siswandi juga menyampaikan beberapa ucapan terima kasih yang membuat saya agak bingung bagaimana menyampaikan ke dalam bahasa jepang karna pak siswandi bicara cepat sekali tanpa titik dan koma -__-“ ,, hehehe.. To be continue...
“Saya berterima kasih atas segala perhatiannya kepada kami dan untuk anak2 ini.. semoga ini bisa menjadi semangat kami untuk menjalani kehidupan..” kata pak Siswandi, pendiri yayasan “PASKI”..Kisah luar biasa ini bermula ketika saya diminta untuk menjadi guide untuk orang Jepang yang akan menyumbang di sebuah yayasan di daerah Depok. Sebenarnya saya agak ragu .. karena saya rasa bahasa jepang saya masih belum sempurna, apalagi untuk jadi penerjemah untuk sebuah persoalan yang penting seperti sumbangan ini.. tapii.. apa salahnya di coba.. kalau kita nggak pernah mencoba, kita ga pernah gagal, sudah pasti kita ga akan pernah berhasil bukan?Lalu, rabu 18 januari 2012 kemarin.. saya dan teman mama saya “tante uci”, sekitar pukul 11 siang mejemput kimura san dan kuwano san di bandara soekarno-hatta.. selama di perjalanan yang ada di hati saya adalah bagaimana cara supaya nanti bisa berjalan dengan lancar.. benar2 deg..deg..an,, Tapi, kunci nya adalah,, tenang, yakin, dan percaya diri.. dan terbukti.. smuanya berjalan lancar sampai akhirnya kita bertemu dan segera otw ke depok menuju yayasan PASKI \(^o^)//Sebelum sampai, kami mampir ke supermarket untuk membeli beberapa sembako untuk di yayasan,, kalian tau? Saat itu saya berpikir, “mereka yang berbeda Negara begitu peduli dengan kami di Indonesia.. apa orang2 mampu di Negara sendiri sempat memikirkan nasib anak2 yayasan yang membutuhkan bantuan?”..Hmm..akhirnya setelah berbelanja, 10 menit kemudian kami sampai di yayasan,, saya benar2 penasaran dengan apa yang akan terjadi nanti,, dan benar! Saya menemukan hal yang luar biasa.. the best moment in my life kesekiankalinya.. saya beruntung bisa bertemu dengan anak-anak Tuhan di sana.. Kami di antar hingga menuju yayasan yang letaknya agak mendalam dari gang, dan ketika sampai, saya dan yang lainya masuk kesebuah bangunan yang belum jadi, ya.. itu lah yayasan PASKI .. kami disambut dengan nyanyian..Kami duduk lesehan di depan mereka yang sedang bernyanyi sambil bermain musik dengan gitar kecil khas pengamen jalanan, saat itu saya merinding dan nggak bisa menahan senyum,, melihat begitu banyak di depan saya anak-anak yang seharusnya menjadi harapan bangsa ini.. saya melihat semangat dari cara mereka bernyanyi.. saya bisa rasakan.. begitu pula dengan kuwano san dan kimura san.. kami tersenyum menikmati sambutan hangat dari mereka..Kalian tau teman-teman? Mereka semua adalah anak-anak terlantar, tidak ada bahkan tidak tahu siapa dan dimana orang tua mereka, sebagian dari mereka adalah pengamen. Mereka tidak bersekolah, dan nggak punya tempat tinggal..To be continue..
Selasa, 13 September 2011 00:57(Jakarta-Indonesia) Pidato berjudul “’Takakura no Mahou no Baketsu’ de Kankyou ni Sekkyokuteki na Ningen ni Narimasu” (Dengan ‘Keranjang Ajaib Takakura’ Membuat Manusia Lebih Baik Kepada Lingkungan), yang berisi ajakan agar anak muda menjaga lingkungan, mengantarkan Yurika Sallyana dari Sekolah Tinggi Bahasa (STBA) LIA, menjadi pemenang dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang ke-9 Tingkat Nasional, di Universitas Darma Persada (Unsada), Jakarta Timur.Dalam lomba pidato yang diselenggarakan Unsada, PERSADA, dan Universitas Takushoku, Yurika membagi pengalamannya menjaga lingkungan, dengan menerapkan konsep “Takakura no Mahou Baketsu” (Keranjang Ajaib Takakura), yang dapat mengubah sampah menjadi pupuk kompos, sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan dan mencegah terjadinya pemanasan global.“Dimanapun saya menemukan sampah, dengan otomatis saya langsung membuangnya ke tempat sampah,” ujar Yurika, yang mengaku ingin menjadi guru Bahasa Jepang.Selain Yurika, juri yang terdiri dari Atase Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Motomura Hiroaki, Dean, Intensive Japanese Language Program for Overseas Students Takushoku University Yamaguchi Takamasa, Chairman of Steering Committee Jakarta Japan Club (JJC) Kashima Hidehiko, dan Perwakilan PERSADA Susi Ong, dan Wakil Pemimpin Redaksi Jakarta Shimbun Ueno Taro, menetapkan Lavina Irlov dari Universitas Bina Nusantara sebagai juara 2, Dian Permana dari Unsada sebagai Juara 3, dan Andana Vinnie sebagai peraih kategori khusus.Selain itu, di hari yang sama diselenggarakan juga lomba pidato bahasa Jepang bagi tingkat SMA, dan terpilih sebagai juara pertama Asti Arya Nuriastuti dari SMAN 2 Tangerang Selatan, dengan pidato berjudul “Aidoru kara Manabimasu” (Belajar dari Idola), juara 2 diraih Dian Ratna Mahita dari SMAN 68 Jakarta, dan Siraj Amali Heryan dari SMAN Tambun Selatan Bekasi, yang berhasil meraih juara 3.Menurut juri, daya saing serta tema yang diangkat peserta setiap tahunnya mengalami perkembangan, sehingga sangat sulit untuk menentukan pemenangnya.“Kami hampir tidak dapat memutuskan siapa yang jadi pemenangnya, karena semua memberikan penampilan yang maksimal,” ujar Yamaguchi, salah satu juri dari Universitas Takushoku. (AN/JS)