Pernahkah anda berpikir , pada suatu malam
terdengar sayup lantunan doa dari bibir seorang ibu.
“Ya Tuhan, aku berdoa untuk anakku. Untuk kesuksesan
masa depannya, lulus dalam ujian sekolahnya, mejadi kebanggaan kami, lembut
dalam berkata-kata. Amin”
Sedang di sisi lain kalian para pemuda/i
yang sedang beranjak dewasa sedang sibuk-sibuknya melihat layar handphone
berharap ada pesan masuk dari “gebetannya” dan berdoa dalam hati “Ya Tuhan,
semoga dia mau jalan sama aku malam minggu besok!! Bisa berduaan aja sama dia,
semoga bakalan jadi hari yang paling romantissss”.
Ketika saatnya pembayaran SPP sekolah
kalian, sang ibu menyiapkan uang yang susah payah di kumpulkan sambil berdoa
lagi dalam hati “ Ya Tuhan, semoga apa yang aku lakukan setiap hari untuk membiayai
anakku sekolah akan membuat anakku memiliki bekal untuk hari esok, hingga
anakku bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana
yang salah, jadi setelah aku telah berpulang, setidaknya aku tenang anakkku
bisa menentukkan hidup yang baik. Amin”
Di satu sisi ketika kalian dengan “susah payah” juga berpikir bagaimana cara
mendapatkan uang ! sambil berdoa dalam hati “Ya Tuhaaaann.. aku butuh uang!! Besok
mau jalan sama dia gimana bisa traktir dia makan, nonton, sama ongkos kalau ga
ada uang, nanti aku malu ya Tuhan , beri aku uang ya Tuhan. Amin :) “
Dan hal itu terjadi dan berlalu setiap
detik, jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahun sampai kalian tidak menyadari
bahwa kalian beranjak dewasa begitu pula dengan sang ibu yang mulai keriput,
bahkan untuk berjalan saja harus terpapah.
Ketika sang ibu memberi nasihat, sang anak
hanya akan menjawab “iya” agar cepat selesai!
Ketika sang kakak masih di sini untuk
memperhatikan adiknya, memberi nasihat, dan kasih sayang, sang adik hanya akan
menjawab “iya!” , supaya bisa cepat selesai.
Dan percayalah adik-adik ku tersayang,
ketika orang-orang yang selalu memberikan kalian nasihat dan kasih sayang ini suatu
saat pergi, kalian tidak akan pernah dapat memutar waktu yang lalu. Apapun yang
kalian lakukan tidak akan mengembalikan apa yang sudah berlalu.
Tidak akan ada lagi suara lantunan doa
indah dari bibir sang ibu dengan mata berbinar menahan tangis , begitu tulus,
tanpa berharap apa-apa dari kalian, hanya demi agar kalian mendapatkan
keselamatan dan hidup yang baik..
Tidak akan ada lagi tempat kalian
mencurahkan isi hati ketika pacar, teman, sahabat menjauhi kalian..
Tidak akan ada lagi sosok yang selalu ada
ketika kalian pulang sekolah , salim tangannya, bau harumnya yang khas, yang
akan kalian rindukan selamanya..
Kalian adik-adik ku yang masih ada di
bangku sekolah, yang seharusnya tugasnya adalah belajar dengan giat, berlomba
dalam berprestasi, membanggakan keluarga kalian, tidak ada salahnya kalian
untuk berpikir lagi ketika akan berbuat sesuatu dan berkata-kata . sebelum
pertanyaan “MENGAPA PENYESALAN SELALU
DATANG TERAKHIR???” ini menjadi teman
kalian.
Saya membuat Artikel ini atas sebuah fakta
yang saya ketahui sendiri tentang bagaimana mirisnya pergaulan “anak yang
beranjak remaja” saat ini. Artikel ini
untuk adik-adik ku tersayang di mana pun kalian berada, siapapun kalian. Saya tidak
bermaksud untuk menggurui kalian, tapi lewat tulisan ini saya hanya ingin
menunjukkan kepedulian saya terhadap kalian yang seharusnya menjadi
harapan negri ini, harapan keluarga, harapan orang-orang terkasih kalian semuanya, terutama untuk wanita yang mempertaruhkan nyawanya agar kalian dapat merasakan dunia , Ibu.. :)
“Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu,
samar ku lihat dunia, tak sadar semua fanah..” – bilur, Sarasvati
