Senin, 25 Februari 2013

Penyesalan Tidak Pernah Datang Di Awal


Pernahkah anda berpikir , pada suatu malam terdengar sayup lantunan doa dari bibir seorang ibu.


“Ya Tuhan, aku berdoa untuk anakku. Untuk kesuksesan masa depannya, lulus dalam ujian sekolahnya, mejadi kebanggaan kami, lembut dalam berkata-kata. Amin”


Sedang di sisi lain kalian para pemuda/i yang sedang beranjak dewasa sedang sibuk-sibuknya melihat layar handphone berharap ada pesan masuk dari “gebetannya” dan berdoa dalam hati “Ya Tuhan, semoga dia mau jalan sama aku malam minggu besok!! Bisa berduaan aja sama dia, semoga bakalan jadi hari yang paling romantissss”.


Ketika saatnya pembayaran SPP sekolah kalian, sang ibu menyiapkan uang yang susah payah di kumpulkan sambil berdoa lagi dalam hati “ Ya Tuhan, semoga apa yang aku lakukan setiap hari untuk membiayai anakku sekolah akan membuat anakku memiliki bekal untuk hari esok, hingga anakku bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana yang salah, jadi setelah aku telah berpulang, setidaknya aku tenang anakkku bisa menentukkan hidup yang baik. Amin”


Di satu sisi ketika kalian dengan  “susah payah” juga berpikir bagaimana cara mendapatkan uang ! sambil berdoa dalam hati “Ya Tuhaaaann.. aku butuh uang!! Besok mau jalan sama dia gimana bisa traktir dia makan, nonton, sama ongkos kalau ga ada uang, nanti aku malu ya Tuhan , beri aku uang ya Tuhan. Amin :)


Dan hal itu terjadi dan berlalu setiap detik, jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahun sampai kalian tidak menyadari bahwa kalian beranjak dewasa begitu pula dengan sang ibu yang mulai keriput, bahkan untuk berjalan saja harus terpapah. 


Ketika sang ibu memberi nasihat, sang anak hanya akan menjawab “iya” agar cepat selesai!

Ketika sang kakak masih di sini untuk memperhatikan adiknya, memberi nasihat, dan kasih sayang, sang adik hanya akan menjawab “iya!” , supaya bisa cepat selesai.


Dan percayalah adik-adik ku tersayang, ketika orang-orang yang selalu memberikan kalian nasihat dan kasih sayang ini suatu saat pergi, kalian tidak akan pernah dapat memutar waktu yang lalu. Apapun yang kalian lakukan tidak akan mengembalikan apa yang sudah berlalu.


Tidak akan ada lagi suara lantunan doa indah dari bibir sang ibu dengan mata berbinar menahan tangis , begitu tulus, tanpa berharap apa-apa dari kalian, hanya demi agar kalian mendapatkan keselamatan dan hidup yang baik..


Tidak akan ada lagi tempat kalian mencurahkan isi hati ketika pacar, teman, sahabat menjauhi kalian..


Tidak akan ada lagi sosok yang selalu ada ketika kalian pulang sekolah , salim tangannya, bau harumnya yang khas, yang akan kalian rindukan selamanya..


Kalian adik-adik ku yang masih ada di bangku sekolah, yang seharusnya tugasnya adalah belajar dengan giat, berlomba dalam berprestasi, membanggakan keluarga kalian, tidak ada salahnya kalian untuk berpikir lagi ketika akan berbuat sesuatu dan berkata-kata . sebelum pertanyaan  “MENGAPA PENYESALAN SELALU DATANG TERAKHIR???”  ini menjadi teman kalian. 


Saya membuat Artikel ini atas sebuah fakta yang saya ketahui sendiri tentang bagaimana mirisnya pergaulan “anak yang beranjak remaja” saat ini.  Artikel ini untuk adik-adik ku tersayang di mana pun kalian berada, siapapun kalian. Saya tidak bermaksud untuk menggurui kalian, tapi lewat tulisan ini saya hanya ingin menunjukkan kepedulian saya terhadap kalian yang seharusnya menjadi harapan negri ini, harapan keluarga, harapan orang-orang terkasih kalian semuanya, terutama untuk wanita yang mempertaruhkan nyawanya agar kalian dapat merasakan dunia , Ibu..  :)



“Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu, samar ku lihat dunia, tak sadar semua fanah..” – bilur, Sarasvati