Senin, 07 Mei 2012

Broken Home ????

Setiap mendengar kata “broken home” , yang ada dalam gambaran benak teman-teman semua pasti adalah suatu kondisi dimana semua terasa tidak adil, menyakitkan dan serba negative. Sampai-sampai “anak broken home” pun dijadikan alasan utama atas segala kenakalan atau kesalahan yang diperbuat.
 
Itu salah, menurut saya itu ada sebuah kesalahan yang cukup fatal kawan.

Broken Home itu bukanlah sebuah kesialan kawan, melainkan sebuah pilihan, yang memungkinkan itu menjadi sebuah pilihan yang terbaik yang telah dipikirkan oleh kedua orang tua kita. Setidaknya bila kita berpikir dewasa, cobalah untuk menghargai pendapat orang tua kita dengan menerima secara ikhlas. Memang sakit dan menyedihkan, namun percaya deh, orang tua kita pasti merasakan hal yang jauh lebih perih dari yang kita rasakan. Untuk itu kita sebagai anak harusnya memberikan dukungan moral kepada orang tua kita, bukan sebaliknya justru menambahkan beban dengan melakukan hal-hal buruk untuk pelampiasan kekecewaan kita.

Bila teman-teman berpikir untuk melakukan hal buruk seperti memakai narkoba , free seks, atau semacamnya untuk pelampiasan, justru teman-teman akan membawa situasi yang buruk menjadi lebih buruk. Itupun akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Jika sulit menahan godaan dan amarah, ada baiknya kita mengingat Tuhan. Berdoa dan mencurahkan semua keluh kesah hati kepada Tuhan adalah sesuatu yang sangat benar. Kalian akan merasa tenang dan akhirnya akan berpikir dewasa.

Teman-teman tau Charice Pempengco? Dia adalah penyanyi asal Filipina. Umurnya baru 19 tahun dan dia adalah penyanyi Internasional. Baru beberapa bulan yang lalu ia konser di Jakarta. Saya pun mengidolakan dia karena beberapa alasan. Diantara nya karena suaranya yang Perfect dan karena Charice adalah anak yang hebat J
Mengapa hebat? Karena meskipun ia adalah anak broken home tapi ia bisa membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa sukses seperti sekarang. Ada beberapa kisah yang saya ketahui mengenai Charice. Sejak kecil ayah dan ibunya sudah bercerai karena alasan KDRT. Charice yg masih kecil pun sering melihat ibunya diperlakukan kasar. Akhirnya seorang diri ibunda Charice mengasuh Charice dan adik-adiknya. Karena Charice anak pertama dan ia merasa punya tanggung jawab kepada keluarganya, ia mengikuti berbagai macam kontes menyanyi, kira2 sudah sekitar 80 kali, dan hadiahnya jika ia menang yang berupa uang ia gunakan untuk menghidupi keluarganya. Dan bukan hanya itu, ia sering pendapatkan penolakan atau kekalahan bukan karena suaranya tidak bagus, melainkan karena beberapa orang mengganggap wajahnya kurang menarik. Tapi Charice masih berjuang hingga akhirnya kita semua tau bahwa Charice adalah penyanyi muda berbakat yang fenomenal. Yaaa,, that’s a true story ..

Nah teman-teman, semua yang terjadi di dalam hidup kita ini sudah direncana dengan baik oleh yang Maha Kuasa. Perceraian orang tua kita yang mungkin menimpa teman-teman bukanlah alasan untuk kita berhenti berjuang menemukan arti hidup. Semakin banyak cobaan yang Tuhan berikan, itu menandakan bahwa Tuhan percaya bahwa kita lah yang bisa menjalankannya. Ada 3 hal yang selalu saya tanamkan yaitu berdoa, berusaha, yakin.. seberat apapun masalah kita, Tuhan memberikannya semata-mata untuk memperkuat pribadi kita menjadi lebih baik dan dewasa. Untuk bekal kita nanti saat dewasa agar kita dapat menentukan mana yang benar mana yang salah. So, mulai sekarang jangan lagi jadikan Broken Home sebagai alasan melakukan hal-hal buruk. Bangkit!! Buktikan kepada semuanya kalau kalian itu hebat,, berkarya dan wujudkan cita-cita kita, buatlah hidup yang hanya sekali ini menjadi lebih berarti..
がんばってください \(^0^)//

Selasa, 01 Mei 2012

P.A.R.A.S.I.T

Parasit!!!
Dalam arti yang sebenarnya adalah sesuatu yang negative.. tapi tidak untuk kali ini. Parasit yang satu ini beda. Penuh canda, pengertian, sedih juga, bahagia juga. Yap!! Sahabat – best friend’s – yuujin !!!! dalam bahasa apapun sebutannya, mereka adalah suatu hal berharga dalam hidup saya. SAHABAT

Untuk masalah mengapa kami menyebut persahabatan kami dengan sebutan “parasit” ,ummm.. itu ada sejarahnya. Tapi… kita tinggalkan saja sejarah yang penuh kenangan itu.. hehehehe ^^v

Sama-sama kuliah di Jurusan bahasa Jepang pada tahun yang sama telah mempertemukan saya dengan mereka. Perkenalkan sahabat saya :
1.     Niko Prabakti : bisa dibilang dia yang paling paling ganteng :D. secara, ga ada yang cowok selain dia -____-“. Orangnya humoris , entah kenapa kita bisa ketawa meskipun dia ga ngapa2 in. >.< panggilannya banyak tergantung keadaan, yang pasti dia punya kelebihan , bibirnya itu loh, seksiii abisss :p
2.    Ayu Lestari : yang ini baik hati banget. Orangnya perasa dan yang bikin lebih berwarna adalah dia pacarnya niko >.< (bagi yang pernah baca novel “5CM” cinta jadi sahabat versi “parasit” hampir sama dengan yang ada dalam novel itu). Umm,, ciri-cirinya perutnya ndut dan pakai behel..^^v
3.    Salwa Feri : yang ini turunan arab, hidungnya mancung. Suka sama boyband 2pm (chansung) dan ada satu yang sangat special untuk saya pribadi “belum pernah pacaran” , yup!! Dia belum pernah pacaran karena berpegang teguh sama peraturan dalam keluarganya. That’s a good point right!!!
4.    Annisa Novia Pertiwi : yang ini pinter bahasa Inggris, terobsesi pada pria yang mau mengajaknya ke paris untuk makan malam di menara Eiffel. Yang pasti ke-spesialannya ada pada daya pikirnya yang di luar pemikiran orang normal pada umumnya. Dia humoris dan pastinya kampus sangat bangga memilikinya.

Kira-kira 3 tahun sudah saya mengenal mereka dan saya beruntung bisa bersama mereka. Saya benar-benar dapat mengerti bagaimana cara nya bersahabat dan betapa berharganya sebuah persahabatan. Kami saling mendukung, saling menginginkan yang terbaik satu sama lain. Love you guys :*

Nah teman-teman semua, saya yakin siapa saja pasti punya sahabat. Tapi, sahabat yang sesungguhnya itu, adalah ketika kita sedang di jauhkan oleh seluruh dunia karena kesalahan kita, ia justru datang dengan tangan terbuka mendekati kita dan mengingatkan akan kesalahan kita dan bersedia memaafkan. Dan ketika kita sedang akan terjerumus dalam sebuah kesalahan, seorang sahabat sejati tidak akan mendukung agar sejalan dalam berpikir. Tapi justru memberi teguran agar kita tidak salah melangkah.

Sahabat itu seperti bintang, kamu tidak selalu melihat mereka, tetapi kamu tahu mereka selalu berada di sana”