Setiap mendengar kata “broken home” , yang ada
dalam gambaran benak teman-teman semua pasti adalah suatu kondisi dimana semua
terasa tidak adil, menyakitkan dan serba negative. Sampai-sampai “anak broken
home” pun dijadikan alasan utama atas segala kenakalan atau kesalahan yang
diperbuat.
Itu salah, menurut saya itu ada sebuah
kesalahan yang cukup fatal kawan.
Broken Home itu bukanlah sebuah kesialan kawan,
melainkan sebuah pilihan, yang memungkinkan itu menjadi sebuah pilihan yang
terbaik yang telah dipikirkan oleh kedua orang tua kita. Setidaknya bila kita
berpikir dewasa, cobalah untuk menghargai pendapat orang tua kita dengan
menerima secara ikhlas. Memang sakit dan menyedihkan, namun percaya deh, orang
tua kita pasti merasakan hal yang jauh lebih perih dari yang kita rasakan. Untuk
itu kita sebagai anak harusnya memberikan dukungan moral kepada orang tua kita,
bukan sebaliknya justru menambahkan beban dengan melakukan hal-hal buruk untuk
pelampiasan kekecewaan kita.
Bila teman-teman berpikir untuk melakukan hal
buruk seperti memakai narkoba , free seks, atau semacamnya untuk pelampiasan,
justru teman-teman akan membawa situasi yang buruk menjadi lebih buruk. Itupun
akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Jika sulit menahan godaan dan
amarah, ada baiknya kita mengingat Tuhan. Berdoa dan mencurahkan semua keluh
kesah hati kepada Tuhan adalah sesuatu yang sangat benar. Kalian akan merasa
tenang dan akhirnya akan berpikir dewasa.
Teman-teman tau Charice Pempengco? Dia adalah
penyanyi asal Filipina. Umurnya baru 19 tahun dan dia adalah penyanyi
Internasional. Baru beberapa bulan yang lalu ia konser di Jakarta. Saya pun
mengidolakan dia karena beberapa alasan. Diantara nya karena suaranya yang
Perfect dan karena Charice adalah anak yang hebat J
Mengapa hebat? Karena meskipun ia adalah anak
broken home tapi ia bisa membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa sukses seperti
sekarang. Ada beberapa kisah yang saya ketahui mengenai Charice. Sejak kecil
ayah dan ibunya sudah bercerai karena alasan KDRT. Charice yg masih kecil pun
sering melihat ibunya diperlakukan kasar. Akhirnya seorang diri ibunda Charice
mengasuh Charice dan adik-adiknya. Karena Charice anak pertama dan ia merasa
punya tanggung jawab kepada keluarganya, ia mengikuti berbagai macam kontes
menyanyi, kira2 sudah sekitar 80 kali, dan hadiahnya jika ia menang yang berupa
uang ia gunakan untuk menghidupi keluarganya. Dan bukan hanya itu, ia sering pendapatkan
penolakan atau kekalahan bukan karena suaranya tidak bagus, melainkan karena
beberapa orang mengganggap wajahnya kurang menarik. Tapi Charice masih berjuang
hingga akhirnya kita semua tau bahwa Charice adalah penyanyi muda berbakat yang
fenomenal. Yaaa,, that’s a true story ..
Nah teman-teman, semua yang terjadi di dalam hidup
kita ini sudah direncana dengan baik oleh yang Maha Kuasa. Perceraian orang tua
kita yang mungkin menimpa teman-teman bukanlah alasan untuk kita berhenti
berjuang menemukan arti hidup. Semakin banyak cobaan yang Tuhan berikan, itu
menandakan bahwa Tuhan percaya bahwa kita lah yang bisa menjalankannya. Ada 3
hal yang selalu saya tanamkan yaitu berdoa, berusaha, yakin.. seberat apapun masalah
kita, Tuhan memberikannya semata-mata untuk memperkuat pribadi kita menjadi
lebih baik dan dewasa. Untuk bekal kita nanti saat dewasa agar kita dapat
menentukan mana yang benar mana yang salah. So, mulai sekarang jangan lagi
jadikan Broken Home sebagai alasan melakukan hal-hal buruk. Bangkit!! Buktikan kepada
semuanya kalau kalian itu hebat,, berkarya dan wujudkan cita-cita kita, buatlah
hidup yang hanya sekali ini menjadi lebih berarti..
がんばってください \(^0^)//

